Rabu, 2009 Mei 13

Indomitable will

"Are you in pain?"

"I work through pain."

Senin, 2009 April 13

INTEL GA JELAS

Jadi baru-baru ini ada yang nelfon tiba-tiba ke saya. okelah kalau dulu ada yg salah sambung yang aneh yang menganggap nomer saya ini manajer TITI DJ, tp yang paling sering adalah org2 berdialek jawa yang macem dan nomer rumah dengan depannya 0223(kalo ga salah) yang salah sambung buat nanya harga tanah di pelosok!!! Mas, yang dagang tanah tuh orang tua sama nenek saya, di jakarta pula.

Tapi kemudian tadi pagi saya pukul 2 lewat 15 saya ditelpon oleh orang yang mengaku intel. haduh makin ga jelas aja nih intel. masa adalah no saya dituduh telah digunakan oleh buronan kasus pencarian. jadi memang sempat terlibat pembicaraan yang belibat dengan si oknum ini. nelfon jam 2 pagi juga ngebuat saya jd marah dan malas nanggepin pertanyaan maunya nutup. si okumnya juga suaranya kayak orang teler abis sakau.

wong ga mikir kalo mau nanya informasi sama rakyat sipil mah jam formal lah. jadi ketauan klo ini kemungkinan besar hanya tipu daya entah siapa (mungkin saja). ngakunya dari POLMAN. apa? politeknik manufaktur? kabupaten Polewali Mandar? ya pakai diancam pula kalau nanti bsk pagi saya bakal disamperin ke kampus saya.. coba saja. kita buktikan klo ini memang benar/ bkn.

Minggu, 2009 Februari 08

Honoris Causa untuk SBY??

Saya tak habis pikir saat pertama kali mendengar perihal "pemberian gelar HC kepada SBY oleh ITB". Kok bisa-bisanya hal ini terjadi? Memang apa gerangan sehingga pak SBY kita ini bisa mendapatkan gelar doktor kehormatan macam itu? Apakah SBY pantas untuk mendapat kan gelar HC TSB? Dan kok bisa-bisanya yang memberikan secara cuma-cuma adalah ITB?

Pemberian Gelar HC tersebut pada awalnya direncanakan pada bulan Maret bertepatan dengan berlangsungnya acara Dies Emas ITB (50th) yang diadakan di ITB (akhirnya beliau minta diundur hingga sehabis masa pemilu presiden). Jadi bapak Rektor ITB membuat sebuah Tim yang bertugas untuk memantau nama-nama yang potensial untuk menerima gelar HC dilihat dari pencapaian yang diraihnya. Dari nama-nama tsb ada nama bapak SBY, kemudian rencana pemberian gelar HC kepada SBY di"sah"kan oleh 33 anggota senat pada saat sidang pleno senat akademik.

"Salah satu alasan pemberian gelar itu karena beliau ini menunjukkan adanya hardwork, clean government, cermat, dan menghasilkan improvement di dalam membangun industri teknologi di Indonesia." sebut pak Rektor ITB.

ok, begitulah cerita awalnya. Rencana ini tentu menuai banyak kritik dan protes dari luar, terutama dari alumni ITB sendiri. Apakah anda sepakat dengan pemberian gelar tsb?

mari kita melirik ke mereka yang merupakan penerima gelar HC sebelumnya, disebutkan ada 4 orang yaitu :

  1. Soekarno -> mantan presiden
  2. Ho Chi Minh -> tokoh vietnam
  3. Sutaryo Sigit -> mantan dirjen pertambangan
  4. Hartato -> mantan menteri perindustrian
cukup dengan "common sense" saja sudah cukup untuk menilai pantas atau tidak. apakah beliau pantas untuk mendapatkannya? saya rasa masih banyak diluar sana yang masih jauh lebih pantas mendapatkannya dibandingkan dengan SBY. Apakah SBY sudah mempunyai pencapaian yang beririsan dengan ITB? kasarnya di bidang Sains, Teknologi, Seni, dan bisnis. jika dilihat dari pencapaian masih pantas pak harto dapat HC dibandingkan dengan orang yg menggunakan politik 3x bbm nya itu.. hahahaha. memang pak sby meminta untuk diundur perihal gelar HC nya hingga masa pemilu presiden usai, tapi tetap saja mau menerima kan pak?? hahaha

Senin, 2008 Desember 15

Hate and Love

Love is a word That is constantly heard

Hate is a word that is not

Love, I am told Is more precious than gold

Love, I have heard Is hot

But hate is the verb

That to me is superb

And love, just a drug On the mart

For any kiddie from school Can love like a fool

But hating, my boy Is an art

-Ogden Nash, "Love and Hate"

quote yang *ssho*l*.. hahahahah

Rabu, 2008 Desember 03

Hello Good-Bye

Hp berwarna merah berdering. seorang Lelaki mengangkat telfon yang ada di Hp nya tersebut. Untuk sesaat dia terdiam. Hantaman kabar yang baru saja dia terima ditambah dengan runtutan deadline tugas. "Damn.", ujarnya.

Baginya waktu serasa berputar kembali ke belakang. Terakhir kali lelaki tersebut bertemu dengan kakeknya sekitar 10 hari yang lalu di Bandung. Sewaktu mereka bertemu setelah sekian lama, laki-laki itu terkejut. Kakeknya sudah semakin renta. jalanpun terkadang sampai harus dibantu. Malam itu dihabiskan dengan bincang-bincang lintas 3 generasi. lelaki tsb, ayahnya, dan kakeknya. Sebuah hal yg sudah lama tidak terjadi karena alasan waktu dan kesibukan masing. Setelah berbincang selama 3 jam, perbincangan tsb beakhir. Mereka berpisah.

Sepotong kabar yang baru saja diterima lelaki tersebut adalah, " Van, eyang menghilang. Kita disini udah nyari-nyari ke rumah-rumah sakit di Jakarta, polisi, dan keluarga tapi belum ada kabar."
Satu kata, SAYA HARUS BALIK KE JKT..